Total Tayangan Halaman

Sabtu, 17 Desember 2011

Ketika “Rasa” Memberikan Kesejatian Dalam Hidup

Setiap manusia yang dilahirkan kebumi ini pada dasarnya memiliki satu kesamaan corak ekspresi, dimana mereka bisa menangis, bersedih, bergembira, marah, kesal, bosan dan bahkan tertawa.

Corak ekspresi diataslah yang menjadikan manusia mempunyai nilai lebih sebagai ciptaan dari pada makhluk lainnya. Manusia mempunyai rasa, maka diberi kelebihan ketika mendapat suatu yang menyentuh nurani ia menangis.

Coba bayangkan dengan hewan, ia juga mempunyai rasa, tapi apakah dia ketika mendapat sesuatu cobaan, godaan yang menyentuh nurani ia menangis ?. aku tak bisa membayangkan jika hewan menangis, bisa lucu kali yah ?

Semisal mayoritas manusia jika dihadapkan permasalahan pada sosok seorang ibu pasti ia akan menangis, mengingat perjuangan seorang ibu yang begitu tangguh dan luar biasa.
Tapi sebaliknya tak bisa dibayangkan jika hewan yang masih balita lutu nawawa ingat ibu yang melahirkannya, lalu ia menangis sedu sedan. kamu bayangin dah bray ? kalau aku sih nggak bisa ngebayangin, pikirannya mau ketawa bae. Hewan nangis. hahaha

Contoh lagi ekspresi`kalau manusia menemukan, melihat atau merasakan sesuatu yang dianggapnya lucu, pasti bakal tertawa. Kita lagi jalan sama sahabat tercinta, tiba-tiba sahabat kita terjatuh dan pas jatuh terkena feses (kotoran manusia), pasti kita ketawa. Hahaha (bukannya nolongin ya).

Sementara kalau hewan kita ambil contoh kambing lah. Dalam satu kesempatan waktu, ada dua kambing lagi jalan berbarengan, yang satu jalan geboy nyantai, yang kambing satunya lagi jalan rada cepat, tiba-tiba si kambing yang jalan rada cepat satu kakinya masuk kedalam lubang kecil yang didalamnya ada feses (e’e/kotoran). Apakah si kambing yang jalan nyantai bakal tertawa ?, rasa-rasanya tidak. Hal yang lucu kalau tuh kambing yang jalan nyantai tertawa.

Tipikal Manusia kan kalau tertawa ada yang terbahak-bahak lepas seperti tak punya masalah, ada yang tertawa cuma mesem, ada yang tertawa seperti kuntilanak kikikikiki, dan ekspresi tawa lainnya. Coba dah lu bayangin kalau kambing yang jalan nyantai tadi tertawa terbahak-bahak melihat temannya (kambing) yang kakinya terkena feses, atau kambing mesem. Hahaha gua nggak ngebayangin dah bray, yang ada gua tertawa sendiri. Haha

Mungkin dari percontohan ekspresi diatas sebagai makhluk, kita semakin sadar yang sejatinya disebut manusia untuk pandai bersyukur dari hal apapun yang sebelumnya tidak terpikirkan dan meskipun itu sangat kecil sekali. Kita masih diberikan rasa untuk tertawa, diberikan rasa untuk menangis, sedih, senang, dan rasa bosan dimana rasa ini mungkin menjadi rasa yang paling menjengkelkan. Coba kalau hidup kalian tidak mempunyai rasa, hidup kalian bakal datar dan monoton men. Orang-orang lihat sule tertawa, sedangkan kalian mukanya datar dan tidak menunjukan ekpresi dan rasa apapun, yang ada kalian bakal tadi tertawaan orang dan patut dipertanyakan apakah kalian masih pantas disebut manusia atau tidak ?.

Pemimpin Baru, Harapan Baru

Masalah Korupsi nampaknya masih menjadi isu Nasional  dan musuh bersama semua elemen bangsa. Semangat reformasi dimana salah satu point dasarnya adalah pemberantasan korupsi nyatanya hingga detik ini masih menjadi PR besar yang tak kunjung terselesaikan. Jika dilihat dari berbagai pemberitaan mass media dan selama kurun waktu 13 tahun perjalanan reformasi, masalah korupsi diberbagai tatanan pemerintahan sepintas malah seperti banjir bandang yang terhadang, terus menggurita dan korupsi makin membabi buta. Ditambah dengan diberlakukannya otonomi daerah yang dapat dicermati hanya menghasilkan raja-raja baru, terbukti dari banyaknya kepala daerah baik tingkat I maupun II yang terjerat kasus korupsi.

Harapan dari sikap pesimistis dengan berbagai permasalahan diatas menjadikan KPK sebagai tumpuan bersama dalam perang melawan korupsi. KPK yang pada awalnya dibentuk karena ketidakpercayaan public kepada kepolisian dan kejaksaan memaksa KPK harus bisa tampil digarda terdepan dengan segala kekuatannya. Genap 8 tahun perjalanan KPK singkatnya banyak mengalami goyangan dari pihak manapun yang tak suka dengan keberadaan KPK. Mulai dari Kriminalisasi terhadap pimpinan KPK, Peradilan sesat yang menimpa Antasari Azhar, anggapan KPK seperti teroris dan hal lain sebagainya

Kini, perjalanan rezim KPK setelah era Taufiqurrahman Ruqi dan Antasari Azhar, berada disosok tangan aktivis anti korupsi dari Sulawesi selatan bernama Abraham Samad.
Sosok Abraham Samad sendiri bagi mayoritas public nasional masih dirasa sangat asing. Mengapa tidak, karir anti korupsinya berawal dan terdengar gandrungnya hanya didaerah Sulawesi saja. Namun perlahan namanya mulai diketahui public seiring pencalonan dirinya sebagai calon ketua KPK periode 2011-2015. Sampai pada akhirnya pencitraan nama Abraham Samad terus meroket saat masuk 8 besar dan puncaknya saat ia berhasil terpilih menjadi ketua KPK dengan unggul telak dibanding kompatitornya saat pemilihan voting ketua KPK yang dilakukan oleh Komisi Hukum DPR-RI.

Memang pada saat terpilihnya Abraham Samad menjadi ketua KPK, proses pemilihan dianggap oleh banyak kalangan sebagai pemilihan politis. Namun terlepas dari itu semua, ada satu rasa optimisme dengan pimpinan KPK yang baru ini, dimana pada saat fit and proper berlangsung semua calon sepakat untuk mendahulukan kasus-kasus besar dan mengutamakan aspek pencegahan dari pada penindakan. Terlebih hal lain juga adalah dengan ketua KPK terpilih yang menjanjikan akan menuntaskan beragam kasus besar cukup dalam satu tahun saja. Jika itu tidak tercapai, Abraham mengungkapkan bahwa dirinya tidak usah disuruh mundur akan tetapi ia akan mengundurkan diri. Untuk saat ini, komitmen yang dinyatakan Abraham Samad bisa kita pegang dan awasi bersama. Setidaknya menjadi harapan public bersama sebagai langkah perang melawan korupsi.

Antara Aku dan Ayu Ting-ting

“kesana kemari membawa alamat (jeng jeng), namun yang ku temui bukan dirinya saaayaang yang ku teriiiimaa alamat palsu,” begitulah sepenggal lirik lagu alamat palsu yang dinyanyikan oleh Ayu Ting-ting.

Sekedar informasi saja bahwa saya merupakan anak muda pencinta musik Dangdut, tidak semuanya jenis lagu dangdut saya sukai, namun hanya yang memiliki ritme dan melodi mantep lah yang saya sukai.

Keberadaan musik Dangdut dalam kurun waktu beberapa tahun ini dapat dilihat dan dirasa kemundurannya, menurut saya salah satu factor penyebab mengapa bisa seperti itu karena kurangnya regenerasi penyanyi musik dangdut. Sekalipun ada di era satu dekade ini muncul artis dangdut namun lebih menonjolkan “ketubuhannya” bukan dengan ruh dangdut yang asli.

Seperti Inul Daratista yang diawal kemunculannya banyak mengandung kontroversi dengan goyang ngebornya, dan banyak goyang-goyang lainnya, ada goyang gergaji, goyang patah-patah, goyang ngecor, goyang ular, goyang macan, dan lain sebagainya.
Dengan karya-karya seperti itulah anggapan muncul bahwa musik dangdut itu norak, jadul dan kampungan.

Padahal jika dilihat dari musisi dangdut sebelum tahun 2000-an, karya-karyanya sangat bagus dan mengandung unsure kebaikan, social. Seperti rhoma irama yang menjadikan dangdut sebagai ajang untuk berdakwah dan untuk mengajak pendengar supaya menjauhi nilai-nilai kemaksiatan.

Harapan akan regenerasi musik dangdut akhir-akhir ini kembali digeliatkan. Terbukti dengan adanya ajang kontes pencarian bakat penyanyi dangdut yang digelar oleh banyak stasiun Televisi seperti KDI dan Indosiar.

Namun Pencitraan musik dangdut juga terus nyatanya semakin tergerus dewasa kini dengan anggapan bahwa lagu dangdut yang beredar sekarang banyak yang menyalahi norma social dan tak pantas diperdengarkan terutama untuk kaum muda dan anak-anak. Seperti lagu jablay, hamil duluan, belah duren, janda tujuh kali, tapi itu lagu kalau dijadiin cerita bagus juga, mungkin gara-gara dia jablay, eh jadi doyan belah duren, terus dia hamil duluan dan akhirnya menjanda tujuh kali. Haha (nggak nyambung bangets)

Dari sederet lagu fenomenal yang mencuri perhatian masyarakat tadi, muncul sebuah lagu berjudul alamat palsu yang dinyanyikan oleh Ayu Ting-ting. Seiring dengan lagunya yang begitu cepat booming di masyarakat, perlahan namun nama Ayu Ting-ting juga semakin meroket. Rudal kali meroket.

Siapa sih Ayu Ting-ting…???

Ayu Ting-ting adalah penyanyi yang menyanyikan lagu alamat palssu. Lagu alamat palsu sendiri hanyalah salah satu lagu dari album perdana Ayu Ting-ting yang diberi nama Ting-ting. Ayu baru berusia 19 tahun dan tengah menempuh studi disalah satu perguruan tinggi swasta di depok.

Sejak awal kemunculan di dunia hiburan, sosok Ayu Ting-ting langsung memikat perhatianku. Diantaranya ada satu keyakinan mudah-mudahan Ayu Ting-ting dapat menjadi regenerasi musik dangdut seperti kegelisahanku diatas, apalagi Ayu Ting-ting masih muda dan tentu masih banyak waktu untuk mengembangkan musik dangsut.

Kedua, sosok Ayu Ting-ting saat membawakan lagu dipanggung sangat relevan dengan seninya musik dangdut dan goyangannya pun biasa, tidak menohok, namun menarik. Beda dengan penyanyi kontroversi seperti inul, dewi persik apa lagi Julia peres, hadeh nggak kuat men, Cuma ngejual tubuh, suara bisa rekan nilai sendiri. Ketiga, sosok Ayu Ting-ting juga sedep dipandang men, cahsual, dan kayanya semua pakaian yang ia gunakan bawaanya cocok terus, apalagi mukanya unyu-unyu gimana gitu, senyumnya juga imut, uwek uwek brooootttt. Hahahahaha

Maka dari itu dikala saya sedang menonton televisi tiba-tiba ada Ayu Ting-ting lagi perfom, maka saya akan melihat Ayu Ting-ting sampai selesai. Soalnya kalau dia nyanyi bawaannya enak aja. Yang tadinya punya masalah banyak jadi serasa nggak punya masalah, bangga kagak lu ?? lebay men, hahaha

Namun semenjak Ayu Ting-ting meproklamirkan sudah mempunyai pacar maka saya sudah rada nggak suka sama Ayu Ting-ting, habisnya dia sudah mengkhianati cintanya kepada saya. Dulu sebelum Ayu Ting-ting terkenal, siapa coba yang menemani dia setiap waktu ?. semuanya telah saya berikan untuk Ayu Ting-ting, tapi apa balasan dia kepada saya ? sampai akhirnya Ayu Ting-ting resmi memutuskan cintanya. Dan hati sayapun sakit, eh taunya kejadian itu hanya mimpi hingga akhirnya saya dibangunkan ibu untuk segera bangun karena waktu sudah siang. Haduh untung aja Cuma mimpi

Selasa, 06 Desember 2011

Parade Bedak Calon Bupati

Menjelang pemungutan suara pemilukada kabupaten bekasi yang akan dilangsungkan pada Minggu, 11 Maret 2012 keadaan suhu politik saat ini semakin memanas.
Tercatat tiga pasangan akan bertarung memperebutkan kursi B1 dan B2.

Perjalanan kampanye sudah dirasa dari hari-hari kemarin, masyarakat disuguhkan sebuah parade spanduk, baliho dan banner yang terpampang disetiap sudut jalan dan pelosok-pelosok.

Awalnya aku acuh tak mengindahkan semua media sosialisasi wajah calon yang terpampang dijalan itu. Kadang aku berpikir pemasangan spanduk dan baliho beragam ukuran itu merusak keindahan tata ruang kota.
Ada yang terpasang dipaku di pohon, lantas aku bergumam apakah mereka jadi insan penunggu pohon biar terlihat angker dengan kolaborasi kumis, peci dan senyuman manis.
Ada pula yang terpasang ditembok gedung, mobil angkot dan lainnya. Meskipun merasa terganggu dan mengganggu keindahan kota, tapi aku mewajarinya dan dapat mengerti sebagai bagian dari pesta demokrasi masyarakat kabupaten bekasi.

Sampai saatnya aku bertemu dengan seorang teman dan ngobrol ngalor ngidul tentang suhu menjelang pemilihan termasuk bertebarannya gambar para calon lewat spanduk dan media lainnya. Hingga teman berceloteh, "saya sangat kenal dengan orang ini, tapi liat di gambar rada cakepan dan wajahnwa agak putihan," kata teman.
Aku hanya tertawa dan mengatakan, "mungkin pas sesi pemotretan pake bedaknya ketebalan," kataku disambut gelak tawa. Hahaha

Pembicaraanpun kami cukupkan, sesampainya dirumah aku berceloteh ternyata inilah keunikan pesta demokrasi kita, bukan hanya perang visi misi, parade jargon, tapi juga parade bedak. Haha

AYO SUKSESKAN PEMILUKADA KABUPATEN BEKASI

Sabtu, 03 Desember 2011

Kontroversi Berdoa di Facebook ?

Ditengah arus globalisasi dan masuknya teknologi yang begitu cepat, mau tidak mau memaksa manusia untuk terbuka dan melek terhadap teknologi.

Dewasa kini teknologi internet dengan beragam kemudahannya sudah menjadi trend dan gaya hidup baru masyarakat dunia. Internet menjadikan dunia seperti tanpa ruang dan batas.

Salah satu sarana yang berada di internet yang cukup bombastis adalah dengan adanya situs jejaring sosial. Dimana melalui situs jejaring sosial ini masyarakat mampu untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan kalangan dan dari dibelahan dunia manapun.

Fasilitas jejaring sosial yang mampu menyedot ratusan juta para pengguna internet adalah seperti Twitter, Facebook, Skype, YMail, dan lain sebagainya.

Diantara situs jejaring social yang ada, saya lebih aktif menggunakan jejaring Facebook.
Aktif mulai bermain Facebook saat masih duduk di kelas dua SMA, sekitaran awal tahun 2009.

Perjalanan hingga sampai saat ini berlayar mengarungi dunia dengan Facebook membuatku semakin cerdas karena dijadikan ajang untuk berdiskusi, berbagi pengalaman dan atau sekedar menambahkan teman dan menjalin relasi.

Hingga sampai saya membuat tulisan ini, tercatat akun Facebook utama saya yang bernama “Ahmad Djaelani” telah mempunyai sebanyak 2.347 teman.

Dari teman sebanyak itu saya tidak mengenal semua secara fisik, namun bagi saya ketidakkenalan itu menjadi suatu keharusan untuk menjalin silaturahmi meskipun lewat hany dengan sekedar memberikan komentar dan like dari apa yang mereka posting.

Saya sangat sadar bahwa yang menggunakan Facebook itu tidak semuanya serius, ada yang untuk main-main, iseng dan dengan segala motivasi lainnya. Dan saya tidak mempermasalahkan hal tersebut.

Hampir saban hari saya selalu membuka Facebook, untuk sekedar mengecek pemberitahuan, melihat pesan, membuka forum, mengupdate status, dan yang pasti melihat postingan status teman Facebook lewat beranda.

Karena saat saya melihat postingan teman kalau sedang dilanda kejenuhan bisa menjadi sarana penghibur, kadang ada status yang sedih, ngelucu, memberi motivasi, ilmu dan jenis status yang lainnya.

Namun dari sekian banyaknya jenis status yang di posting, saya cukup tertarik untuk mengamati status teman yang mengekspresikan pikirnya dengan berdoa.

Secara hakikat Berdoa merupakan suatu sarana untuk mendekatkan diri kepada sang kuasa, memohon segala kebutuhan dan keinginannya agar terpenuhi dan memasrahkan diri kepada-Nya.
Rekan Facebook juga mungkin suka membaca postingan rekan lain yang mengupdate bagaimana ia mengekspresikan doanya.

Saya juga tak menafikan diri bahwa saat saya mengikuti suatu seleksi, saya suka mengupdate status berdoa agar saya diberikan hasil yang terbaik.
karena saya menganggap setiap doa itu pada dasarnya baik, maka ketika dilempar kesuatu forum melalui update-an status orang akan membacanya, dan jika bersimpati maka orang akan menyukai dan memberi komentarnya, “AMIN”.
Kata amin itulah yang saya tuju untuk menguatkan doa saya kepada yang kuasa.

Memang secara eksplisit sangat luas juga untuk meraba motivasi seseorang mengapa berdoa di Facebook. Bisa jadi ada yang benar-benar ikhlas berdoa kepada yang kuasa melalui sarana Facebook tanpa embel-embel apapun, ada yang hanya menjadikan berdoa di Facebook sebagai sarana untuk mencari eksistensi pribadi (inilah gue orang yang selalu berdoa), atau ada yang berdoa di Facebook hanya untuk sekedar mendapat simpati lalu berharap teman Facebooknya menyapa dan menanyakan emang kenapa, padahalnya si pembuat status sedang merasa kesepian karena tidak ada teman.

Berikut ini kutipan dari rekan Facebookers yang berdoa, tapi saya tidak menyebutkan siapa yang mengupdatenya guna menjaga privacy seseorang.

“semakin kesini kok makin bimbang yah, ya Allah mantapkanlah pilihanku,” kata status seorang teman.

Ada lagi yang begini, “ya tuhan jika dia jodohku maka dekatkanlah”.

“ya tuhan aku sangat benci dia, jika engkau mengizinkan maka aku akan membunuhnya”. kalau kata saya ini doa yang membabi buta dan sadis banget.

Dan masih banyak lagi jenis doa yang lainnya dan rekanpun mengetahuinya.

Beberapa hari ini juga saya mencoba untuk mensharekan terkait “Berdoa di Facebook” ini kepada rekan Facebookers yang lain.

Jawabannyapun bervariasi ada yang pro dan ada yang kontra terkait berdoa di Facebook, ada yang menanggap berdoa di Facebook itu tidak menjadi masalah, namun ada bantahan lagi kalau mau berdoa bukan Facebook tempatnya,

Berikut ini komentar-komentar rekan Facebook yang memberi komentar terhadap status saya yang menanyakan sikap mereka terkait berdoa di Facebook.

Ana Vanarama itulh yg mereka pikirkan !!

Ken Arca Alexander Aq cuma bilang"
Biar orang-orang pada tau moron Dia" Rajin Berdoah.

Iya orang nyang ngabulin Google Kalee

Jangan marah

Adi Nugroho berdoa kan mustinya dalam hati cukup, gausah dibeberin di fb...
kecuali maksud mereka ingin pamer bahwa mereka itu alim... haha

Richy Diagnostik ya bagus lah selama doa itu baik utk kemanusiaan .... gk ada doa yg jelek .. " camkan itu kalian "
Azhimonk Urangkampoeng Baoelisunk Biarkan lah orang mau berdo'a dmna aja, toh gak ada larangan untuk berdo'a d fesbuk, 

Rika M' Abica Kurang hdeung ka, sok lucu da! Laen na shlat ibdah klaka update, mg allah gduh facebook nya ka?hehe

Sri Marhaeni ya bagus sekali itu....kita yg bacanya jd sperti ikutan berdoa dan mendoakan supaya dikabulkan yang maha kuasa...bukankah dlm islam kita hrs saling menasihati & mendoakan.....???

Adi Nugroho doa bisa diartikan juga dengan bicara dengan tuhan kan...??
apakah pembicaraan pribadi harus dibeberkan...??

Azhimonk Urangkampoeng Baoelisunk Allah maha mendengar dan maha tau, jangn kan berdo'a d fb, d dlm hati aja allah tau, jd dmna salah'a orng berdo'a d fb, atu d mesjid d mushola, toh sma aja berdo'a, dripda gak sama sekali,

Ahmad Lauhil M Fauzie orang yg berdoa d fb itu hanya eksistensi .... dia mau eksis d fb dan mau dpt simpatik ... mnurut w itu terlalu berlebihan alias lebaaayyyy

Sko Non Alkohol Klo menurut gua,berdoa kn bsa kpan aja n d mana aj,namun disamping smua harus ada usaha utk mencapai suatu tujuan yg diminta dlm doa'a...

Rhen Cliquers Naapasha I think te ku nanaon mun ngadoa d fb mah asal ngadoa na nu bener" weh

Wendi Widianto Menang wae asal ulah panjang2. Asal ulah unggal menit.. Hehe. Ngke kesan na menta jariaah deui. Hehehe. Just kidd, this only my opinion. Hehe.

Sae Pudin Y mlh mnRt saia kg apa2 ,bleh2 j,dn sah2 sJ.. Kn kLo doa qt di bc orng nnti pd di amin...nin.hehe, tp y i2 yg lbh efektif slse smbhyng


Dari beragam argument pro kontra diatas yang muncul saya tidak akan menyimpulkan apapun, melainkan saya akan memberi dalil ayat yang saya ambil dari Kitab Suci Al-Qur’an Surat Al A'raaf ayat 55. Mudahan-mudahan ayat tersebut dapat menjadi pencerahan bagi saya dan yang membaca.

Berikut kutipan ayat QS Al A'raaf ayat 55.

 “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”.  

Kenapa Mesti Takut Pocong ?

Salam pocong buat semua.
tentu kita semua sudah kenal dan hapal sekali dengan pocong.
Pocong adalah setan asli Negara republic Indonesia.
Entah siapa yang memulai, pocong menjadi trade center sendiri saat suasana hening, kegelapan dan penuh aura mistis.
Saat kita berjalan ditengah kegelapan, poconglah setan pertama yang seperti mengintai dan menghantui dibelakang kita.
Bahkan terkadang saat kita sedang berak ditengah malam, pikiran selalu saja ingin cepat bergegas selesai, padahal hajat belum sepenuhnya dikeluarkan.
Sampai saat ini pun saya sendiri masih bingung terhadap pocong, belum pernah mengenal sosok pocong itu seperti apa.
Kata orang yang katanya kata orang lagi pocong itu berawal saat mayat manusia yang telah dikafani,  dan dikubur tali pengikat kafannya lupa untuk dilepaskan. Sehingga mayat tersebut terkubur dalam keadaan tali pengikat kafan yang masih terikat.
Selanjutnya penjelmaan pocong seperti yang diilustrasikan di banyak film, pocong itu terbungkus oleh pakaian putih, yang semua organ tubuhnya di mulai dari kaki sampai atas kepala terikat, sehingga organ tubuh yang Nampak hanyalah raut muka. Konon mata pocong bersinar, alhamdulillah yah kalo pocong matanya bersinar, jadi kalo pocong maen malem nggak usah bawa lampu senter untuk nerangin jalan.
Karena semua badannya terikat, pocongpun jalannya tidak normal, dia jalannya loncat-loncat. Hebat yah pocong setiap hari jalannya loncat terus, coba bayangkan kalau itu pocong kuburannya di Cikarang, lalu dia ada dinas malam ke Cibarusah, berarti dia loncat-loncat dari cikarang ke cibarusah. Eh buset lama donk nyampenya, kenapa itu pocong nggak naek angkot K-17 aja ya jurusan Cikarang-Cibarusah biar cepet nyampe.
Mungkin pocong adalah sosok setan pekerja keras, dia tidak mau merepotkan setan dan orang lain, atau jangan-jangan pocongnya nggak punya duit buat naek angkot,
Tapi kalau dia loncat-loncat terus saya jadi kasian, gimana ya kalau pocong lagi loncat-loncat eh dia masuk kedalam kubangan lumpur, nanti baju yang tadinya putih jadi kotor deh, dan si pocong kasian gimana ya dia pas bangun mau berdiri, kan semua tangannya terikat, nasib nasib jadi pocong. Eh iya kalau bajunya pocong kotor siapa ya yang nyuciin tu baju, kalau dibawa ke laundry nanti pocong gimana bayarnya?.
Terlepas dari semua kesimpangsiuran terhadap pocong, kok manusia banyak yang takut ya terhadap penjelmaan pocong, padahal kan pocong itu lucu. Kalau bener pocong serem dan nakutin, kita nggak usah takut, kita ajak aja pocong balap lari,  saya yakin pasti itu pocong bakalan kalah, orang kita mah lari cepet, dia mah loncat-loncat. Terus satu lagi kenapa kita mesti takut pocong, wong pocong itu setan asli Indonesia. Seharusnya kita bersama pocong kudu saling bahu membahu untuk memajukan Indonesia, dan harusnya saat diadakan peringatan agustusan, pocong kita libatkan dalam setiap perlombaan, pocong kita ikutkan dalam perlombaan panjat pinang, hadiahnya kalau saya usul buat pocong adalah tempat pencucian pakaian, sama alat buat cebokin pantat pocong kalo dia habis berak. kasian bro, itu pocong kalo setiap habis berak dia kagak pernah  cebok, coba lu bayangin betapa gatelnya kalo berak nggak cebok.
Sebagai penutup saya berharap kepada pemerintah agar mematenkan pocong sebagai setan asli Indonesia. Bila perlu laporkan kepada PBB agar pocong diakui dunia sebagai warisan tak benda bangsa Indonesia. itu kebanggaan kita men.
Coba lu bayangin kalau sampe pocong diklaim sebagi setan asli milik malasyia, pasti lu sakit hati bro, dan sumpah gue nggak rela kalo pocong diakui milik Malaysia, kita juga harus mikirin nasib setan lain kaya sundel bolong, suster ngesot, pasti mereka bakal kesedihan dan merasa kehilangan pocong. SALAM POCONG

Belajar Pada Sang Malam

Kala senja telah hilang dan tenggelam, kala mentari meredup bulan meninggi, kala itu aku sang DEP mencoba beradu melawan kegelisahan malam.
Acap kali aku lihat malam nampak murung, malam nampak terlena, malam nampak gelisah dengan ketidakpastiannya.
Sesekali aku merasa malam seperti karang ditengah lautan, mencoba tegar menghadapi ketakutannya sendiri.
Bahagiaku tak terkira bila malam tampil bersama kawan sejatinya, ada bulan yang selalu menemani kemanapun malam datang dan pergi, ada bintang yang memancarkan keindahan dan gemerlap malam.
Semua menjadi satu dalam kegembiraan yang tak terlukiskan.
Apalagi bila malam tiba, mampu memberi kehangatan kepada manusia dan seluruh makhluk penghuni jagad raya.
Saat seperti inilah aku merasa malam mampu untuk tersenyum.
Namun saat awan kelam datang, perubahan kondisi bergerak begitu cepat, bulan yang selalu menemani terpaksa berlindung dibalik gumpalan awan, bintang tidak sama sekali bersinar.
Lantas seketika malam pun sedikit meredup, senyum indah yang mulai terlihat kembali mengkerut, hening hening gelisah keadaan malam.
Sementara dari pojokan alam, riuh rendahnya rerumputan, lalu lalang manusia, menggeliatkan bahwa malam tidak sendiri, malam masih ada teman meski bulan dan bintang “berkhianat” kepada malam.
Sungguh tegar kau malam, saat tak tersenyum masih saja memberikan kehidupan kepada semua makhluk, memberikan kenyamanan untuk manusia melepaskan penat, memberi ruang kepada insan malam mencari nafkah, menemani manusia untuk sekedar memuaskan hasrat seksual, mengiringi para pemulung, para pedagang untuk menyambung kehidupan esok hari.
Mungkin aku tidak pernah mendengar malam mengeluh, meskipun malam selalu dikotori oleh insan bejad dari berbagai penjuru. Insan yang melakukan pemerkosaan, insan yang melakukan pesta pora dunia, insan yang memanfaatkan malam untuk melakukan perampokan, melakukan pesugihan, melakukan perencanaan kejahatan, berzina atau hanya sekedar menenggak minuman keras dan dan menikmati racun Narkotika.
Tapi apakah malam melampiaskan kemarahan ?
Nyatanya tidak.
Mungkin malam sesekali mengekspresikan kegelisahannya dengan menurunkan air hujan, menggaduhkan suasana dunia dengan petir dan gledeknya. Hanya itu, mungkin itu, yang ia bisa lakukan untuk membersihkan dunia dari kebejadan meski hanya sesaat.
Namun ketika aku melihat dari kacamata yang lain, aku menemukan keistimewaan malam dan mungkin ini pelajaran dari malam untuk pentingnya hidup seimbang.
Saat banyak insan yang melakukan kebejadan, tak sedikit juga insan yang memperlakukan malam dengan suatu situasi penuh keberkahan.
Ada insan yang menghabiskan malam untuk berdzikir dan mendekatkan diri kepada-Nya, bersembahyang mencari ketenangan dan jawaban hidup, melaksanakan perintah untuk mendiri dan menghidupkan qiyamul lail, untuk belajar ditengah keheningan malam, bahkan walau hanya untuk sekedar menyiapkan barang dagangan.
Subhanalloh.. Luar Biasa pelajaran yang kau berikan malam.
Namun aku kadang suka berpikir, apakah insan bernyawa merasakan pelajaran dari sang malam ini. Hemph, Biarlah aku tak peduli dengan mereka-mereka, mungkin geram dihatiku beranggapan insan tersebut hanya menjadikan malam sebagai kondisi untuk melepaskan keletihan, kepenatan, kejenuhan setelah seharian beraktifitas. Berapa waktu yang kau berikan dalam sehari, seminggu, sebulan, setahun untuk merasakan pelajaran dari sang malam. Satu batasan rendah jika kau tidak mau belajar dengannya adalah minimal kau mampu mengucapkan terima kasih kepada malam.
Jangan kau hanya mau menikmati pelayanan sang malam saja, memang malam tidak pernah marah meskipun kita melupakan bahkan mengacuhkannya. Tapi sejenak luangkanlah waktumu untuk bersyukur dengan adanya malam. Tak akan pernah terbayang jika 24 jam semuanya siang. Kapan kau akan istirahat ? kapan kau akan mendapatkan keheningan dunia ?.
Tapi aku tak akan memaksamu, apalagi menyeret dan menelanjangimu untuk bersujud kepada malam.
Ya inilah sesuatu yang hanya merupakan jeritan pribadi dan hatiku, yang ingin selalu menawarkan sesuatu diantara ketidak adaan.

“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya”. QS Al Qashash : 173